Tika Bravani Perankan Nyai Ahmad Dahlan UsaI Jadi Istri Soekarno

Begitu banyak film Indonesia yang mengupas sejarah di Indonesia dan khususnya pahlawan-pahlawan wanita Indonesia. Setelah film Kartini, ada satu lagi film yang menampilkan sosok wanita kuat di Indonesia dan mempunyai pengaruh besar. Sebuah film biopik, yakni sosok pahlawan nasional di Indonesia kembali lagi digarap oleh salah satu rumah produksi Indonesia. Dan kali ini adalah film yang menceritakan tokoh wanita bernama Siti Walidah atau yang juga lebih dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan. Sosok tersebut bakal diperankan oleh Tika Bravani.

Persembahan untuk Bangsa Indonesia

Siti Walidah, atau Nyai Ahmad Dahlan sendiri mendapatkan gelar pahlawan nasional Indonesia bukan karena dirinya adalah istri dari pahlawan nasional juga, Kyai Ahmad Dahlan. Ia diberikan status pahlawan nasional karena ia adalah seorang pelopor serta penggerak perjuangan kemerdekaan.

Pihak IRAS Film, Asrul Azis Taba, memberikan penjelasannya terkait dengan film ini. “Film ini akan kami angkat ke layar lebar Indonesia sebagai bentuk persembahan khusus untuk Indonesia, Muhammadiyah dan juga Aisyiyah. Tidak hanya itu, juga untuk keluarga besar K.H Ahmad Dahlan. Kami ingin menumbuhkan rasa kebangsaan dan juga cinta tanah air.”

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tanggal 24 Agustus 2017 mendatang. Proses syutingnya sendiri dilakukan di Yogyakarta pada bulan April lalu.

Mendaulat Tika Bravani

Film ini mendaulat salah satu aktris terbaik Indonesia, Tika Bravani, untuk menjadi sosok Nyai Ahmad Dahlan. Sementara itu, David Chalik didaulat menjadi sosok Kyai Haji Ahmad Dahlan. Selain aktor dan aktris muda, ada juga pemeran senior dewa poker dalam film garapan Olla Ata Adonara ini seperti Cok Simbara, Egi Fedly, Della Puspita dan yang lainnya.

Tika Bravani Kagumi Nyai Ahmad Dahlan

Tika sendiri harus mendalami karakter yang dibawakannya sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Ia harus melakukannya semaksimal mungkin karena ia akan masuk ke dalam karakter dari salah satu pahlawan wanita nasional tersebut. Ia sendiri mengaku kagum terhadap sosok Nyai Ahmad dalam saat mendalami, menyelami dan juga mengetahui bagaimana perjuangan dari istri pendiri Muhammadiyah tersebut. Bagi dirinya, sosok Nyai Ahmad Dahlan ini adalah seorang panutan khususnya bagi para wanita.

“Seperti Kartini, ya, Nyai Ahmad Dahlan memiiki nafas perjuangan yang sama, yakni memperjuangkan hak perempuan,” ungkapnya saat ditemuai di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada hari Kamis (3/8) kemarin. Tika juga menambahkan bahwa seharusnya perempuan masa sekarang ini mengetahui bagaimana perjuangan dari para pejuang wanita seperti R.A Kartini, Cut Meutia, Cut Nyak Dien dan juga Nyai Ahmad Dahlan.

“Menurutku, perempuan masa sekarang ini harus inget perjuangan mereka dulu. Seperti Nyai, sebagai ibu dan juga istri amat sangat menginspirasi. Beliau menjadi madrasah bagi anak-anak beliau dan beliau juga mendukung perjuangan suaminya,” imbuhnya.

Nyai Ahmad Dahlan tercatat sebagai perempuan pertama yang pernah menjadi pemimpin di Kongres Muhammadiyah pada tahun 1926. Dan di awal revolusi, beliau pun menggerakkkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum dan juga rajin bertukar pendapat dan pikiran dengan Jendral Soedirman dan Presiden Soekarno.

“Ibarat tangan, ya, tangan kanannya sumai dan dia jadi tangan kirinya. Beliau berusaha untuk keluarganya, keluar dari zona nyamannya sebagai perempuan,” tukasnya lagi.

Apakah film ini akan menjadi booming dan bisa menggambarkan dengan gelas sosok Nyai Ahmad Dahlan dan perjuangannya? Kita tunggu saja tanggal 24 Agustus 2017 esok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*