‘IT’, Teror Pennywise Yang Picu Ketakutan Global Akan Badut

Belum satu bulan tayang, film horror-thriller IT berhasil mencetak berbagai rekor mencengangkan. Bayangkan saja, baru dirilis pada 8 September kemarin, IT berhasil merajai box office Hollywood dengan raihan pendapatan USD 117,2 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) dari 4.103 bioskop di Amerika Utara saja. Untuk perolehan secara global, IT telah berhasil mengumpulkan Rp 2,3 triliun hanya dalam satu pekan penayangannya.

 

Hasil spektakuler film arahan Andy Muschietti itu sejalan dengan review positif dari berbagai penonton. Hal ini membuat IT jadi film adaptasi novel Stephen King tahun 1986 itu yang paling laris ditonton di minggu perdananya. Pencapaian IT pun membuat teror sang badut Pennywise kembali hidup bahkan semakin mengerikan dari tahun 1990 silam.

 

Mimpi Buruk Kematian Itu Bernama Pennywise

 

Sekedar informasi, Pennywise sebelumnya sudah pernah diangkat dalam format serial TV yang tayang pada November 1990 dengan Tim Curry sebagai si badut gila. Saat itu hampir 30 juta penonton ketakutan akan sosok Pennywise. Waktu pun berlalu, 27 tahun berselang dan sepertinya Pennywise memang makhluk abadi karena Warner Bros berniat menghidupkan kembali badut haus darah ini.

 

Dipilihlah aktor muda asal Swedia yakni Bill Skarsgård sebagai si badut pembunuh. Jika Pennywise versi Curry masih terlihat ‘ceria’ dengan rambut warna merah terang dan dandanan konyol, Pennywise versi Skarsgård adalah iblis sejati dengan senyuman bengis dan aura horor sangat kuat.

 

Mengusung kisah yang sama, IT berkisah mengenai fenomena ganjil di kota Derry, Maine, Amerika Serikat di mana penduduk poker88 mereka hilang satu persatu tanpa sebab jelas. Hingga akhirnya si kecil Georgie (Jackson Robert Scott) hilang usai bertemu Pennywise yang membuat sang kakak, Bill (Jaeden Lieberher) bersama geng pecundangnya, Loosers Club, bertekad menyelamatkan orang-orang hilang itu.

 

Situasi makin mencekam karena sosok Pennywise rupanya bukan badut biasa lantaran dia bisa mengubah wujud sesuai yang ditakuti targetnya. Bukan hanya jalinan kisah yang sangat kuat, penampilan gemilang Skarsgård sebagai Pennywise disebut-sebut sebagai rahasia kesuksesan IT. Dalam wawancaranya dengan Digital Spy, Skarsgård bahkan berpendapat kalau sosok Pennywise jauh lebih bengis dari Joker versi Heath Ledger karena, “Pennywise bukanlah manusia. Dia adalah iblis sesungguhnya.”

 

Demi bisa menghidupkan sosok angker Pennywise, Skarsgård bahkan tidak diperbolehkan bertemu dengan pemain IT lainnya. Rupanya sang sutradara ingin para aktor cilik yang tergabung di Loser’s Club benar-benar merasakan ketakutan setiap kali melihat Skarsgård dalam balutan make up Pennywise. Hasilnya? Saat Skarsgård masuk ke lokasi syuting untuk kali pertama sebagai Pennywise, dia sukses membuat anak-anak itu takut, gemetar, hingga menangis.

 

IT Rugikan Bisnis Badut Profesional

 

Menjadi film horor yang sangat layak tonton, IT justru memberikan efek domino yang buruk. Kabarnya banyak orang menjadi Coulrophobia (ketakutan akan badut), terutama di kalangan anak-anak. Hal ini juga berimbas pada bisnis badut profesional yang membuat Ketua Perkumpulan Badut Internasional di Amerika Serikat, Glenn Kohlberger, berkomentar pedas.

 

Lewat wawancaranya bersama The Hollywood Reporter, Glenn mengaku kalau film IT mengakibatkan jumlah badut profesional menurun drastis. “Hollywood memang biasa mencari uang dengan membuat hal yang biasa saja jadi sensasional. Mereka bisa mengubah sesuatu yang baik dan tulus menjadi mimpi buruk. Dan kami sama sekali tak mendukung apapun yang memunculkan ketakutan terhadap badut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*