Negeri Dongeng: Film Untuk Para Pendaki Gunung

Jangan beranggapan bahwa film documenter itu membosankan dan bikin ngantuk karena Anda pasti tak akan beranjak dari tempat duduk saat menyaksikan film tentang pendakian gunung berjudul Negeri Dongeng. Sebagaimana layaknya film-film  documenter lainnya Negeri Dongeng memang sengaja digarap dengan simple tetapi tak mengurangi makna. Film ini mengisahkan realita nyata pendakian untuk menaklukkan tujuh puncak gunung tertinggi di tanah air. Tak hanya itu penonton pun akan diajak untuk menyaksikan kehidupan masyarakat yang bertempat tinggal di kaki gunung. Film ini juga akan membagikan pengetahuan dasar tentang pendakian, serta tentu saja melihat indahnya bentang alam Indonesia yang merupakan Negara dengan kecantikan alam terbaik nomor 4 di dunia.

Sekilas tentang film Negeri Dongeng

Film ini diproduksi oleh tim Aksa7art dengan Anggi Frisca sebagai sutradara, beserta kru, dan Chandra Sembiring yang berlaku sebagai produser. Ada beberapa guest ekspeditor juga yang akan turut serta pada syuting film ini yatu Nadine Chandrawinata (Cartenz Pyramid Papua), Matthew Tandioputra (Gunung Semeru Jawa Timur), Alfira “Abex” Naftaly (Gunung Latimojong Sulawesi), Djukardi “Bongkeng” Adriana (Gunung Rinjani Lombok), Medina Kamil (Gunung Bukit Raya Kalimantan, dan actor tampan Darius Sinathrya (Gunung Binaiya Ambon). Untuk merampungkan film ini para kru dan pemain tentu harus berjuang keras demi menyampaikan pesan moral kepada penonton melalui film tersebut.

Bagi Anggi sang sutradara, film documenter ini adalah produksi yang sangat berkesan baginya karena selesainya film ini merupakan hasil dari semangat serta kegigihan seluruh anggota tim ekspedisi. Yang menjadi tantangan dari produksi film menurut Anggi adalah persistensi untuk dapat merampungkan film tersebut mengingat proses pembuatannya yang cukup lama. Tercetusnya  ide pembuatan film ini sebenarnya pada bulan maret 2014, sementara ekspedisi tersebut dilangsungkan pada kurun waktu November 2014 hingga Mei 2016. Proses Post Production sendiri memakan waktu hingga bulan Agustus 2017.

Lewat film ini sutradara dan  para kru ingin menyampaikan pesan bahwa mendaki gunung itu bukanlah tentang menaklukkan gunung itu setelah kita berhasil tiba di puncak tetapi lebih ke menaklukkan diri sendiri. Untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, kita harus berani keluar dari comfort zone dan mulai petualangan menjelajahi negeri ini. Satu lagi pesan moral bagi penonton adalah bahwa hidup ini adalah tentang perjalanan dan kitalah yang menentukan impian kita serta kita sendirilah yang dapat mewujudkannya. Perlu pula diketahui bahwa Anggi Frisca adalah sutradara muda yang sarat prestasi. Ia pernah meraih penghargaan untuk Film Mata Tertutup pada kategori Best Cinematography di ajang Apresiasi Film Indonesia. Sementara pada ajang FFI karyanya Tanah Surga,  Katanya juga berhasil masuk pada daftar nominasi.

Pendaki termuka seven summits turut serta

Salah satu pendaki termuda Indonesia, Matthew Tandioputra yang sukses menaklukkan 7 puncak Indonesia pada usianya yang baru 11 tahun juga turut terlibat pada film ini. Sebagai guest ekspeditor, pendaki cilik ini mengaku bangga dan senang diberi kesempatan untuk turut terlibat. Ia pun berbagai pengalaman saat  proses pembuatan film Poker88 yang mana ia masih berusia 9 tahun pada saat itu. Yang menjadi tantangan terbesar bagi Matthew adalah ketinggian gunung yang mencapai 3000 mdpl serta cuaca ekstrem yang mendera. Saking dinginnya kepalanya bahkan pernah dipenuhi es. Pada pendakian tersebut ia didampingi oleh ayahnya yang berniat untuk memberikan Matthew pembelajaran sebagai generasi muda untuk dapat mewujudkan impian bahkan yang bagi sebagian besar orangtua dianggap mustahil bagi anak seusianya.

Bagi Anda yang mengaku pecinta gunung sekaligus film, Negeri Dongeng benar-benar tak boleh Anda lewatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*