Rilis 22 Februari 2018, ‘YOWIS BEN’ Jadi Film Full Bahasa Jawa

Banyaknya Youtuber alias para content creator di Youtube mencoba peruntungan di dunia film rupanya membuat Bayu Skak memilih langkah serupa. Youtuber asli Malang itu akhirnya merilis film perdana yang naskahnya dia tulis sendiri berjudul YOWIS BEN. Mengambil jadwal rilis 22 Februari 2018, YOWIS BEN bahkan menggunakan lebih dari 80% bahasa Jawa dalam percakapannya nanti.

 

Tak sendiri, Bayu juga menggandeng beberapa aktor ternama asal ibukota seperti Joshua Suherman, Brandon Salim hingga pesinetron cantik Cut Meyriska. Dalam wawancaranya dengan KapanLagi.com®, Bayu mengakui jika digaetnya Joshua karena mantan penyanyi cilik itu adalah orang Jawa tulen yang berasal dari Surabaya. Dan untuk pemeran lain, Brandon dan Arif Didu sampai harus melakukan reading bahasa Jawa yang baik dan benar demi kebutuhan akting YOWIS BEN.

 

“Sekalipun dari Jakarta, Brandon punya ciri khas wajah orang Jawa. Dia diajak latihan ngobrol bahasa Jawa supaya terbiasa aksen Jawa dari lidahnya. Reading terus-terusan dan cuma butuh waktu sebulan aja dia udah bisa aksen dan kosakata Jawa. Pas Brandon dapat skenario film bahasa Jawa, dia sama sekali nggak menolak dan malah mau belajar. Itu yang bikin aku salut banget,” tutup Bayu.

 

Yang unik, salah satu alasan Joshua bersedia bergabung dengan YOWIS BEN dikarenakan dirinya bisa bermain alat musik yang rupanya mampu mewujudkan mimpi lamanya memiliki grup band di dunia nyata.

 

Alasan ‘YOWIS BEN’ Pakai Bahasa Jawa

 

Sebelum film YOWIS BEN muncul, pada tahun 2009, MVP Pictures sempat membuat film PUNK IN LOVE. Dalam film yang dibintangi oleh Vino G Bastian, Andika Pratama dan Yogi Finanda itu, mengusung kisah anak-anak punk asli Malang ke Jakarta yang memang dibalut kental bahasa Jawa nan kocak.

 

Sementara itu bagi Bayu, film Bandar Togel Online yang syuting di Malang, Batu dan Surabaya ini sebetulnya sudah dikembangkan sejak tahun 2016 lalu. Bahkan sebetulnya dia sudah ditawari untuk membuat film oleh produser Starvision Plus, Chand Parwes yang masih ditolak secara halus oleh Bayu lantaran dirinya masih terbiasa membuat video Youtube berdurasi tujuh menit, bukannya film panjang. “Akhirnya punya ide ini karena aku juga punya band, lagunya sendiri juga unik, punya daya jual. Jadi aku kombinasikan saja, aku beri ke pak Parwes dan beliau tertarik. Di skenario filmnya full bahasa Jawa 80-90%, jadi waktu itu udah oke.”

 

Menggunakan bahasa Jawa menurut Bayu sekaligus memperomosikan tanah kelahirannya, Malang. Namun supaya YOWIS BEN bisa dinikmati semua orang, digunakan subtitle agar mudah dipahami. Beruntung dalam sesi test-screening yang mengundang penonton bukan Jawa, bisa menikmati berbagai lelucon lucu dalam YOWIS BEN.

 

Bayu Skak Bakal Berhenti Jadi Youtuber?

 

Biasa menjadi Youtuber dengan konten-konten singkat dan harus membuat film berdurasi panjang memang sempat bikin Bayu kesulitan. Bahkan dirinya pun tak segan belajar pada Youtuber senior yang lebih ahli membuat berbagai film sukses, Raditya Dika. Bayu yang diajak Dika terlibat di film HANGOUT (2016) itu akhirnya pun memanfaatkan waktu dua bulan di Jakarta untuk belajar menulis naskah film dengan serius.

 

“Banyak sekali komentar saya aji mumpung, tapi setelah trailer YOWIS BEN keluar, semakin banyak support yang datang. Meskipun sekarang sibuk dengan film, ke depannya aku tetap bikin konten Youtube lagi karena dari situlah aku berangkat dan dari situ juga aku akan terus berkarya,” usai Bayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*