Cate Blachett Aktris Dengan Bayaran Tertinggi

Sukses memerankan tokoh antagonis penjahat keji pada film Thor: Ragnarok di tahun ini, Cate Blanchett berhasil masuk ke dalam daftar aktris dengan bayaran tertinggi versi majalah Forbes. Untuk bermain dalam film di tahun ini, Blanchett dikatakan mendapatkan gaji mencapai USD 12 juta atau setara dengan 162 miliar. Nama aktris kelahiran Australia tersebut masuk dalam peringkat ke-8 dalaf daftar tersebut. sementara menurut Celebrity Nett Worth, bintang film berumur 48 tahun tersebut mempunyai kekayaan bersih bernilai 1.14 triliun rupiah atau setara USD 85 juta.

 

Cate Blanchett adalah aktris berkualitas

Melihat pencapaiannya tersebut tentu dapat dikatakan bahwa Cate Blanchett bukanlah aktris biasa-biasa saja. Sepanjang terjun dalam dunia film ia telah 7 kali masuk dalam daftar nominasi Academy Award. Selain itu ia juga sukses memboyong Piala Oscar sebanyak 2 kali, 3 buah Golden Globes Awards, 3 British Academy of Film dan Television Arts (BAFTA), dan 3 Screen Actors Guild Awards.

 

Ia diganjar dengan piala Oscar setelah sukses memerankan aktris Katherine Hepburn dalam film Aviator, serta sebagai sosialita dalam film Blue Jasmine besutan sutradara controversial Woody Allen. Minatnya  pada dunia seni peran tersebut pertama kali dirasakan Blanchett saat masa kuliahnya di Universitas Melbourne, tetapi bukan pada jurusan seni peran, melainkan jurusan ilmu ekonomi dan seni rupa. Faktanya ia tak betah berada pada dunia akademik sehingga memutuskan untuk meninggalkan studinya setelah 2 semester dan berpetualang ke Mesir.

 

Di Negara tersebut  ia mendapatkan kesempatan untuk bermain pada film  Kaboria dengan berperan sebagai cheerleader atau pemandu sorak asal Amerika. Motivasi utamanya mau berkontribusi pada film tersebut rupanya adalah bayarannya walaupun akhirnya ia jatuh hati pada profesi tersebut. Ia pun kembali ke Australia dan mengejar karier sebagai aktris dengan mendaftar pada Australias National Institute for Dramatic Art (NIDA) atau Institut Seni Drama Nasional Australia.

 

Pasca studinya ia pun bergabung dengan  Sydney Theater Company dan memulai karier aktingnya di panggung. Ia mendapatkan peran Togel Online utama dalam drama musical Timothy Daley, Kafka Dances. Peran tersebut sukses membuatnya meraih Newreer Award tahun 1993 dari Sydney Critics Circle Sydney. Berikutnya ia bermain dalam drama Oleanna garapan David Mamet dan sukses memperoleh Rosemont Best Actress Award. Blanchett melebarkan sayapnya hingga ke Amerika Serikat pada film Paradise Road yang diproduksi pada tahun 1997.

 

Sejak debut pertamanya itu ia mulai berperan dalam berbagai film seperti The Talented Mr. Ripley, trilogy Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring, The Hobbit, The Aviator, Bandits, The Curious Case of Benjamin Button, hingga berperan menjadi Ratu Elizabeth 1 dan Elizabeth: The Golden Age. Kedua film tersebut membuatnya masuk dalam daftar nominas piala Oscar.

 

Berperan dalam Thor: Ragnarok

Pada film terbarunya, Thor: Ragnarok yang saat ini sudah dapat disaksikan oleh pecinta film di tanah air, Cate Blanchett harus menerima tantangan yang cukup sulit yaitu harus mengenakan pakaian super ketat berbahan lycra untuk membalut tubuhnya. Dalam film tersebut ia memerankan tokoh Hela, kakak Thor yang jahat sekaligus Dewi Kematian.

 

Ia menganggap kostumnya yang ketat itu sangat seru dan tetap terlihat bagus pada tubuhnya walaupun ia telah berusia hampir setengah abad. Staminanya yang bugar serta tubuhnya yang tetap langsing tersebut adalah hasil dari kerja kerasnya membentuk tubuh dengan berolahraga bersama pelatih pribadi Chris Hemsworth yaitu Luke Zocchi selama 20 menit sehari.

Tika Bravani Perankan Nyai Ahmad Dahlan UsaI Jadi Istri Soekarno

Begitu banyak film Indonesia yang mengupas sejarah di Indonesia dan khususnya pahlawan-pahlawan wanita Indonesia. Setelah film Kartini, ada satu lagi film yang menampilkan sosok wanita kuat di Indonesia dan mempunyai pengaruh besar. Sebuah film biopik, yakni sosok pahlawan nasional di Indonesia kembali lagi digarap oleh salah satu rumah produksi Indonesia. Dan kali ini adalah film yang menceritakan tokoh wanita bernama Siti Walidah atau yang juga lebih dikenal dengan Nyai Ahmad Dahlan. Sosok tersebut bakal diperankan oleh Tika Bravani.

Persembahan untuk Bangsa Indonesia

Siti Walidah, atau Nyai Ahmad Dahlan sendiri mendapatkan gelar pahlawan nasional Indonesia bukan karena dirinya adalah istri dari pahlawan nasional juga, Kyai Ahmad Dahlan. Ia diberikan status pahlawan nasional karena ia adalah seorang pelopor serta penggerak perjuangan kemerdekaan.

Pihak IRAS Film, Asrul Azis Taba, memberikan penjelasannya terkait dengan film ini. “Film ini akan kami angkat ke layar lebar Indonesia sebagai bentuk persembahan khusus untuk Indonesia, Muhammadiyah dan juga Aisyiyah. Tidak hanya itu, juga untuk keluarga besar K.H Ahmad Dahlan. Kami ingin menumbuhkan rasa kebangsaan dan juga cinta tanah air.”

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tanggal 24 Agustus 2017 mendatang. Proses syutingnya sendiri dilakukan di Yogyakarta pada bulan April lalu.

Mendaulat Tika Bravani

Film ini mendaulat salah satu aktris terbaik Indonesia, Tika Bravani, untuk menjadi sosok Nyai Ahmad Dahlan. Sementara itu, David Chalik didaulat menjadi sosok Kyai Haji Ahmad Dahlan. Selain aktor dan aktris muda, ada juga pemeran senior dewa poker dalam film garapan Olla Ata Adonara ini seperti Cok Simbara, Egi Fedly, Della Puspita dan yang lainnya.

Tika Bravani Kagumi Nyai Ahmad Dahlan

Tika sendiri harus mendalami karakter yang dibawakannya sebagai Nyai Ahmad Dahlan. Ia harus melakukannya semaksimal mungkin karena ia akan masuk ke dalam karakter dari salah satu pahlawan wanita nasional tersebut. Ia sendiri mengaku kagum terhadap sosok Nyai Ahmad dalam saat mendalami, menyelami dan juga mengetahui bagaimana perjuangan dari istri pendiri Muhammadiyah tersebut. Bagi dirinya, sosok Nyai Ahmad Dahlan ini adalah seorang panutan khususnya bagi para wanita.

“Seperti Kartini, ya, Nyai Ahmad Dahlan memiiki nafas perjuangan yang sama, yakni memperjuangkan hak perempuan,” ungkapnya saat ditemuai di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada hari Kamis (3/8) kemarin. Tika juga menambahkan bahwa seharusnya perempuan masa sekarang ini mengetahui bagaimana perjuangan dari para pejuang wanita seperti R.A Kartini, Cut Meutia, Cut Nyak Dien dan juga Nyai Ahmad Dahlan.

“Menurutku, perempuan masa sekarang ini harus inget perjuangan mereka dulu. Seperti Nyai, sebagai ibu dan juga istri amat sangat menginspirasi. Beliau menjadi madrasah bagi anak-anak beliau dan beliau juga mendukung perjuangan suaminya,” imbuhnya.

Nyai Ahmad Dahlan tercatat sebagai perempuan pertama yang pernah menjadi pemimpin di Kongres Muhammadiyah pada tahun 1926. Dan di awal revolusi, beliau pun menggerakkkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum dan juga rajin bertukar pendapat dan pikiran dengan Jendral Soedirman dan Presiden Soekarno.

“Ibarat tangan, ya, tangan kanannya sumai dan dia jadi tangan kirinya. Beliau berusaha untuk keluarganya, keluar dari zona nyamannya sebagai perempuan,” tukasnya lagi.

Apakah film ini akan menjadi booming dan bisa menggambarkan dengan gelas sosok Nyai Ahmad Dahlan dan perjuangannya? Kita tunggu saja tanggal 24 Agustus 2017 esok.

Konser Ariana Grande di Kosta Rika Dapat Ancaman

Ariana Grande mendapatkan ancaman dari seorang warga Kolombia. Pria berusia 22 tahun tersebut berhasil ditangkap akibat dugaan akan mencoba menyerang penyanyi Ariana Grande yang sedang menggelar konser di Kosta Rika.

Mendapat Ancaman via Online

Pria itu bernama Calcedo Lopez. Ia ditahan beberapa jam sebelum konser Ariana Grande digelar di Ajajuela pada hari Minggu (09/07) lalu. konser Ariana sendiri bisa berjalan sesuai dengan rencana. Namun demikian, Ariana mendapatkan ancaman yang diberikan oleh Calcedo Lopez dalam bahasa Arab dan dikirim melalui online.

Sejak konser miliknya yang digelar di Manchester, Inggris, beberapa waktu lalu mendapatkan serangan teroris, konser Ariana Grande sejak saat itu mendapatkan pengamanan yang sangat ketat. Dan dalam konsernya di Alajuela ini, para penggemar Ariana harus rela melewatin 3 lapis pemeriksaan keamanan.

Walter Espinoza, Kepala Kepolisian Kosta Rika, mengatakan kepada media Costa Rica Star jika ancaman dijadikan sebuah ‘lelucon’ maka pihaknya harus terlebih dahulu melakukan ‘verifikasi’ apakah ancaman tersebut nyata atau tidak. “Karena ini adalah situasi yang sangat sensitive dan bisa menyebabkan sebuah tragedy,” ungkapnya.

Penyanyi muda 24 tahun itu mengunggah fotonya ketika konser di Kosta Rika di akun instgram pribadinya. Namun ia tidak sedikitpun menyebutkan soal ancaman yang ia dapatkan di sana. Selain menggelar konser, Ariana Grande juga akan mendatangi empat lokasi di Meksiko. Konsernya dijadwalkan berlangsung selama 8 hari sebelum ia bertolak ke Jepang pada bulan Agustus nanti.

Ariana Jadi Warga Kehormatan Manchester

Masih lekat dalam ingatan, konser Ariana Grande yang digelar di Manchester diwarnai dengan aksi terror bom. Pada kejadian itu, sebanyak 22 orang tewas termasuk 7 di antaranya masih anak-anak. Setelah kejadian itu, Ariana menggelar konser untuk menggalang dana bagi kota tersebut. Dan untuk itu lah, ia menjadi warga kehormatan Manchester, menyusul penampilannya di kota tersebut guna penggalangan dana dan juga konser solidaritas untuk korban serangan Manchester.

Sekitar 50.000 orang menghadiri konser penggalangan dana bertajuk One Love Manchester yang diselenggarakan di Old Trafford pada tanggal 4 Juni lalu. dalam konser ini, dana sebesar £3 juta atau setara dengan 50 Milyar rupiah itu berhasil didapatkan dan akan diberikan kepada korban serangan di Manchester Arena.

Dewan Kota sedang mengusulkan sebuah sistem bari dalam rangka memberikan penghargaan untuk kalangan yang sudah berkontribusi pada kota tersebut. Penyanyi asal Amerika Serikat ini diprediksi menjadi penerima pertama setelah ia menyelenggarakan konser bertajuk One Love Manchester guna membantu korban serangan bom di ujung konsernya yang terdahulu. Sebanyak 22 orang tewas dalam kejadian itu.

Dewan kota saat itu juga akan menggelar sebuah acara guna menghormati ‘orang-orang yang sudah bekerja tanpa pamrih’ usai peristiwa terror 22 Mei tersebut.

Cinta dan Keberanian

Di bawah usulan dari skema ini, gelar warga negera kehormatan di Manchester bisa diberikan untuk orang-orang yang berasal dari luar kota Manchester. Pimpinan dewan kota, Sir Richard Leese, menyatakan bahwa banyak orang yang menganggap Grande sebagai ‘warga kehormatan Manchester’. Ia mengatakan juga, “Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk memperbarui cara kita untuk menghormati orang-orang yang member sumbangsih togel online penting kepada kehidupan dan juga kesuksesan kota kita.”

“Kita semua memiliki alasan untuk sangat bangga dengan Manchester, soal bagaimana kita berekasi seusai kejadian mengerikan pada 22 Mei lalu- dengan cinta dan juga keberanian, bukan dengan kebencian dan ketakutan.” Ia menambahkan bahwa Ariana Grande telah menjadi “teladan dalam menanggapi peristiwa ini.”

Konflik Katy Perry-Taylor Swift dan ‘Senjata Makan Tuan’

Butuh waktu 2 tahun untuk Katy Perry untuk mengibarkan bendera putih kepada Taylor Swift. Dan pada hari Minggu (11/6) kemarin secara mengejutkan ia meminta maaf kepada ‘musuhnya’ itu. Perseteruan mereka sudah terjadi sejak sekitar tahun 2015 silam dengan cara saling serang baik lewat karya dan juga lewat media. Terakhir kalinya, Perry menyerang Swift dengan lagunya Swish Swish.

Sudah Berdamai dan Saling Memaafkan

Dalam sebuah wawancaranya dengan Ariana Huffington, Perry sendiri telah menyebutkan bahwa ia sudah memafkan Swift. Perry juga meminta maaf atas apa yang sudah dan pernah ia lakukan pada Taylor Swift. Ia pun berharap ia bisa melakukan hal yang sama. Dan lebih dari itu ia ingin bisa kembali bersama Swift entah sebagai musisi atau sahabat.

Padahal sebelumnya, Perry, dalam wawancaranya dengan James Corden, dengan tegas bahwa lagu Swish Swish ini adalah bentuk ‘balas dendam’ nya atas perlakuan Swift. Perlakuan Swift yang dimaksud adalah mulai dari menolak panggilan teleponnya sampai lagu Bad Blood yang mana disebut bercerita tentang Perry. Dan dalam wawancaranya dengan NME juga, Perry menyebutkan bahwa lagu tersebut adalah bentuk sakit hatinya pad Taylor Swift. Lantas apakah yang membuat Katy Perry berubah pikiran?

Lagu Swish Swish Bentuk Sakit Hatinya pada Swift

Lagu Swish Swish sendiri disambut dengan sangat hangat oleh pasar saat pertama kali dirilis. Perry juga yakin, album Witness gadispoker yang ia rilis pada Jumat (9/6) itu akan sukses. Namun upaya balas dendam yang Perry lakukan itu nampaknya membuat Swift geram dan tidak tinggal diam. Namun kali ini tidak daam bentuk lagu. Kali ini Swift mengumumkan bahwa ia membuka akses streaming yang selama kurang lebih 3 tahun terakhir tidak bisa dinikmati secara gratis di layanan musik daring. Ini dinilai sebagai satu langkah licik ataupun satu langkah cerdik dan pintar dari Swift. Meskipun Swift berdalih bahwa keputusan ini adalah sebuah bentuk apresiasi dan juga perayaan kesuksesan albumnya yang bertajuk 1989, tetap saja ada spekulasi seperti ini.

Strategi yang dilakukan oleh Swift itu telah mengenai Perry karena akses streaming atas lagu-lagunya dibuka pada hari yang sama juga dengan perilisan album Witness.

Usaha Balas Dendam Swift

Sebelumnya, diketahui bahwa Perry sudah habis-habisan mempromosikan albumnya yang bertajuk Witness mulai dari wawancara eksklusif dengan berbagai macam media, menjadi instalasi dalam museum kerja sama dengan Vanity Fair dan sampai ke usaha promosi di media sosial seperti Instagram.

Dua rival ini pun terus bersaing meskipun memang pasar lah yang menentukan. Dan di luar dugaan, pembukaan ‘keran’ yang dilakukan oleh Swift ini pun ternyata mempunyai dampak pada perolehan keuntungan Perry. Seolah ‘tumpul’, senjata Perrg untuk promosi habis-habisan ditebas oleh langkah Swift memutuskan untuk membuka streaming terhadap lima album miliknya. Setidaknya ada 80 juga Swifties yang berbondong-bondong menuju Spotify, layanan musik daring.

Hal ini terlihat dari catatan Consequence of Sound tentang perbadingan streaming antara album 1989 dan jug Witness pada hari Jumat (9/6) lalu di Spotify. Dan dari data itu, data menunjukkan 1989 unggul tipis, sekitar 500 ribu, streaminv dibandingkan dengan Witness. Album tersebut diakses lebih dari 1.6 juta kali, sementara Witness hanya diakses sekitar 1.1 juta kali

Bila kita menelisik berdasar jumlah lagy hang mana masuk ke tangga lagu Spotify pada hari Jumat (9/6) lalu, jumlah lagu Swift juga lebih banyak dibandingkan lagu dari Perry di album Witness.