Everton dipertanyakan Kepemilikannya oleh Paradise Papers

Sejumlah pertanyaan sontak muncul dengan terungkapnya Laporan Surga Pajak atau sering disebut dengan Paradise Paper mengenai siapakah yang sebenarnya menguasai Everton FC. Tidak hanya itu, surat tersebut juga mengungkap siapa yang menguasai Liga Primer dan juga peraturannya yang dilanggar,

Moshiri Membantah dengan Keras

Pada tahun 2016, terungkap bahwa Farhad Moshiri telah menjual sahamnya yang ada di Arsenal guna membeli kurang lebih 50% dari saham di Everton. Akan tetapi bocoran Dokumen itu menunjukkan bahwa sakam awal yang ada di Arsenal didanai dengan sejumlah ‘pemberian’ dana dari seseorang bernama Alisher Usmanov yang mana mempunyai kurang lebih 30,4% dari saham yang ada di Arsenal. Ini pun yang menyeruak dan menimbulkan sebuah pertanyaan apakah uang miliknya kini tengah berada di Erverto dan apakah uang tersebut legal?

Moshiri pun dengan tegas membantah anggapan di mana disebutkan uang tersebut adalah uang ‘pemberian’. Pengacara-pengacara yang tengah menangani kesepakatannya yang dibuat dengan Aeverton mengatakan bahwa semua tuduhan di mana menyebutkan peraturan Liga Primer dilaggar sepenuhnya adalah tidak benar.

Mereka pun mengatakan bahwa Moshiri juga secara mandiri kaya. Ia bahkan mendanai secara pribadi dan mandiri investasi sepak bola Sbobet tersebut. Sementara itu, perwakilan hukum Usmanov mengungkapkan bahwa banyak kekeliruan tentang dugaan tersebut dan penyelidikan itu tak lain adalah sebuah tindakan kelancangan yang sangat kasar pada privasi dari klien mereka.

Usmanov dan Moshiri secara resmi yang merupakan mantan akuntan pengusaha di Uzbekistan yang lahir di Rusia tersebut pasalnya bersama-sama membeli sebanyak 14,8% saham yang ada di Arsenal pada tahun 2007. Mereka membeli saham melalui sebuah perusahaan bernama Red and White Holdings, sebuah perusahaan offshore yang ada di luar negeri.

Nampak Janggal

Akan tetapi sekali lagi Dokumen berbicara. Dokumen tersebut memperlihatkan seluruh dana yang digunakan untuk pembelian saham Arsenal tersebut berasal dari satu perusahaan yang namanya Epion Holdings, milik dari Usmanov yang mana kekayaannya kurang lebih sampai US$15,8 milyar atau setara dengan Rp. 213 triliun.

Di salah satu bagian dari Dokumen tersebut mengatakan bahwa Dividen dari Gallagher Holdings pada Alisher Usmanov sendiri yang kemudian menyerahkan dana pada Moshiri yang pada saat gilirannya bakal menanam modal pada perusahaan tersebut. Sementara itu, terkait dengan dana Red and White adalah asalnya dari Epion Holdings Limited.

Gallagher Holdings adalah perusahaan milik Usmanov juga. Pengacara dari Moshiri pun juga awalnya menyanggah dengan keras bahwa uangnya berasal dari Epion. Mereka belakangan ini mengakui bahwa dana awal memanglah berasal dari Epion, akan tetapi mereka berkilah bahwasanya Moshiri telah membayarkannya kembali pada Usmanov. Red and White Holdings juga terus meningkatkan kepemilikan saham mereka yang ada di Arsenal sampai pada akhirnya mencapai angka 30,4%.

Pada bulan Februari 2016, Moshiri juga menjual setengah dari sahamnya yang ada di Arsenal itu pada miliader asal Rusia tersebut. Sebuah Dokumen yang ada di Paradise Papers atau yang juga disebut dengan Laporan Surga Pajak dari Appleby yakni sebuah perusahaan yang tugasnya mengawasi uji kelayakan kepakatan tersebut mengukuhkan bahwa penjualan tersebut digunakan guna mendapatkan dana untuk membeli sebanyak 49,9% saham yang ada di Everton. Harganya sendiri dilaporkan berkisar antara £87,5 juta atau setara dengan kurang lebih Rp. 1,5 triliun. Sangat fantastis, bukan? Jika memang Dokumen itu berbicara hal yang sebenarnya maka akan sangat mengagetkan bagi khalayak.

Resmi Jadi Warga Indonesia, Spaso Bakal Bela Timnas?

Binar kebahagiaan kini tengah dirasakan oleh Ilija Spasojevic. Penyerang Bhayangkara FC yang sering disapa dengan nama Spaso itu telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Pada hari Rabu (25/10) kemarin, pria berusia 30 tahun kelahiran Montenegro itu mengunggah kebahagiaannya jadi WNI di Instagram.

 

Menulis, ‘Akhirnya saya Indonesia. Saya berharap suatu saat saya akan memakai seragam Merah Putih kebanggaan Garuda di Timnas Indonesia’, tampaknya Spaso benar-benar gembira. Dilansir BolaSport.com, besar kemungkinan jika  Spaso akan diambil sumpah sebagai WNI pada hari Senin (30/10 besok di Kanwil Kemkumham Cawang.

 

Perjalanan karier bola Spaso di Tanah Air bermula pada tahun 2011 di tim peserta LPI, Bali Devata. Spaso lalu bergabung ke sejumlah klub papan atas Indonesia seperti PSM Makassar, Mitra Kukar dan Persib Bandung. Berhasil membukukan 55 gol, Spaso sempat berpindah ke Malaysia dan memperkuat Melaka United kala FIFA membekukan segala kegiatan sepakbola Indonesia. Spaso sukses membawa Melaka United menjuarai Malaysia Premier League dengan catatan 27 gol. Kembali ke Indonesia pada putaran kedua Liga 1, Spaso berlabuh ke Bhayangkara FC dan berhasil menyarangkan tujuh gol.

 

Bisakah Spaso Main di Timnas dan Ikuti Jejak Gonzales?

 

Dilihat dari rekam jejaknya selama bermain di Tanah Air, pria yang fasih berbahasa Indonesia itu sudah mencetak total 62 gol. Jika memang Spaso akan disumpah jadi WNI beberapa hari lagi, peluang Luis Milla memberikan tempat bagi Spaso saat Timnas menjamu Guyana tanggal 25 November 2017 jelas terbuka lebar. Bahkan rekan satu tim Spaso yakni Evan Dimas sampai berharap jika Spaso bisa bergabung dengan timnas senior karena punya karakter yang cocok.

 

Bicara soal pemain bola online naturalisasi yang sukses memberikan sumbangsih bagi pesepakbolaan Indonesia, nama Cristian Gonzales tentu muncul di posisi teratas. Pemain Arema FC itu adalah pesepakbola pertama yang dinaturalisasi pada 3 November 2010 setelah enam tahun penantian sebagai WNI, seperti dilansir Kompas.

 

Gonzales berhasil mencetak debutnya sebagai bagian Tim Merah Putih pada usia 34 tahun. Kala itu pertandingannya dalam ajang Piala AFF tanggal 21 November 2010, pria berjuluk El Loco itu berhasil mencetak dua gol saat melawan Timor Leste. Bahkan bersama Gonzales, Timnas Indonesia bisa mencapai laga final sebelum akhirnya dikalahkan Malaysia. Tentu saja kini banyak yang menanti, apakah Spaso bisa mengikuti rekam jejak Gonzales yang meskipun jadi pemain di timnas di usia yang tidak muda, tapi mampu sukses.

 

Alasan Spaso Jadi Warga Indonesia

 

Jelang laga Bhayangkara FC melawan Persela Lamongan hari Kamis (26/10) sore kemarin, Spaso pun menjadi yang dinantikan oleh banyak media. Dilansir indosport.com, penggemar masakan nasi goreng spesial itupun berkomentar mengenai alasannya bersedia menjadi penduduk Tanah Air.

 

“Wajah saya mungkin mirip bule, tapi jiwa tetap 100% Indonesia. Sebenarnya step by step untuk menjadi WNI. Awal-awal saya merasa nyaman di sini, karena orangnya ramah, berbeda dengan Eropa Timu, terlalu serius. Itu yang buat saya nyaman di sini. Step berikutnya bertemu istri Indonesia, berikutnya anak saya lahir di sini. Saya sudah 100% merasa seperti orang Indonesia,” ungkap Spaso ramah.

 

Dengan sudah memamerkan paspor Indonesia, Spaso sudah meninggalkan Montenegro dan masuk ke dalam pelukan Ibu Pertiwi. Semoga saja Spaso mampu semakin berprestasi hingga membuat bangga seluruh rakyat Indonesia ya. Semangat untuk Spaso!

 

Gagalan Rekrut Virgil van Dijk, Jurgen Klopp Tetap Optimis

Bos Liverpool Jurgen Klopp menegaskan kelemahan pertahanan yang merugikan timnya tiga poin saat melawan Sevilla tidak dapat dipecahkan di bursa transfer. Seperti diketahui jika The Reds membuka kampanye Liga Champions mereka dengan hasil imbang 2-2 pada Rabu malam, meski serangkaian kesalahan defensif terjadi – ditambah dengan penalti yang tidak dilakukan dengan baik oleh Roberto Firmino – memberi kesempatan bagi klub Spanyol itu untuk mendulang poin penting di Anfield.

Liverpool Tertarik Rekrut Virgil van Dijk

Liverpool memiliki ketertarikan yang kuat dengan bek tengah Southampton Virgil van Dijk sepanjang musim panas ini, meskipun Klopp akhirnya terpaksa meninggalkan pemain internasional asal Belanda tersebut setelah Saints menuduh The Reds membuat pendekatan ilegal untuk pemain tersebut. Klopp, bagaimanapun, menolak untuk menyalahkan lemahnya strategi defensif Liverpool dikarenakan kegagalan klub untuk menandatangani Van Dijk.

“Saya tahu Anda selalu mencari hal ini – pembelaan selalu ada, yang sedang dibicarakan (adalah): ‘Kami tidak menandatangani ini atau itu’,” katanya.

“Jika masalah ini bisa diatasi oleh satu pemain, Anda bisa membayangkan bahwa kita akan memasukkan semua uang kita ke dalamnya dan berkata: ‘Ayo lakukan ini’.

“Ini tentang menjadi dominan dan kehilangan sedikit pegangan pada permainan di semua momen defensif. Ada ruang untuk perbaikan. Kita perlu belajar menjadi dominan dan tidak memberi tujuan mudah. Ini bukan masalah pembelaan tapi kita harus memperbaiki 100 persen,” tandasnya.

Jurgen Klopp mengakui bahwa meski Liverpool frustrasi karena tidak dapat bertahan untuk meraih kemenangan dalam hasil imbang 2-2 mereka dengan Sevilla, fakta bahwa timnya menciptakan peluang adalah hal yang patut dipuji. The Reds masih memiliki cukup banyak peluang untuk memenangkan setiap pertandingan yang mereka miliki. Ini pula yang membuat Klopp yakin akan kekuatan anak asuhnya. Ia juga telah melakukan beberapa perbaikan.

Jurgen Klopp Liverpool Akan Menghasilkan Kemenangan

Liverpool mengumpulkan 24 tembakan saat melawan musuh La Liga mereka  dan terlihat mengendalikan sebagian besar permainan JUDI BOLA di Anfield. Namun mereka tidak dapat menemukan kesempatan untuk menciptakan gol ketiga setelah gol yang dilakukan oleh Roberto Firmino dan Mo Salah yang tentu telah mengubah jalan dan hasilnya pertandingan.

Klopp mengatakan: “Saya tidak yakin apakah saya frustrasi (atau tidak). Saya senang dengan sebagian besar permainan. Kami mencoba untuk mengabaikan hasil akhir pekan lalu, tapi kami adalah manusia dan ini mempengaruhi kepercayaan diri, tapi kami benar-benar mendapat hasil dari detik pertama.”

“Anda harus terus berjalan, dan ada banyak permainan yang bisa kita bangun. Jika Anda menembak dengan cukup sering dan tidak mencetak gol maka akan menjadi masalah. Biasanya, dalam permainan seperti ini Anda akan kalah. Artinya, peluang yang banyak diciptakan tidak akan berpengaruh ketika tidak terjadi gol.”

Tapi, Klopp mengakui peluang juga adalah hal yang sangat penting. Ia mengatakan: “Hal terpenting dalam sepak bola adalah menciptakan peluang dan kami melakukan itu. Kami mengerjakan ini seperti kami mengerjakan semua bagian permainan kami.”

Ia melanjutkan: “Semua menghormati Sevilla, mereka tidak pernah menyerah, kami memiliki lebih banyak kesempatan, bahkan walau melawan tim yang terorganisir dengan baik. Sampai mereka mencetak gol, kami mengendalikan permainan, dan itu dilakukan dengan matang dan merupakan sesuatu yang sangat penting.”

Beberapa pemain tidak bisa mempertahankan level mereka dari babak pertama, itu bukan masalah fisik akan tetapi lebih pada tingkat konsentrasi. Klopp kemudian menyimpulkan: “Kami sedang dalam proses dan ini adalah tugas saya untuk membicarakannya dan menemukan solusinya.”

Klub Eropa Ini Dikenal Sebagai Tim Penghasil Pemain Bintang

Tentunya tidak hanya membeli pemain bintang karena memiliki kekuatan finansial yang tinggi, sebuah klub juga ada yang menghasilkan pemain-pemain hebat sendiri dan tanpa perlu merogoh kocek yang dalam di dalam bursa transfer. Klub-klub yang sangat rajin dalam membeli pemain bintang mungkin ada Real Madrid, Manchester City dan PSG. Namun yang akan dibahas kali ini adalah klub-klub eropa yang mampu mencetak pemain bintang sendiri, berikut merupakan ulasansecara singkat.

Beberapa Klub Eropa Ini Dikenal Sebagai Tim Penghasil Pemain Bintang

Klub Sporting Lisbon

Klub asal Portugal inilah Sir Alex Ferguson menemukan harta karun besar  bernama Cristiano Ronaldo yang kemudian menjadi pemain terbaik dunia abad ini dan bersinar terang bersama Manchester United dan kali ini semakin menjadi-jadi bersama Real Madrid. Setidaknya, terdapat 2 pemain bintang yang dihasilkan oleh Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo dan juga Luis Nani.

Klub Benfica

Masih dari negara Portugal, Benfica sudah seperti supermarket bagi klub-klub besar Eropa sebagai tempat membeli para pemain yang mempunyai kualitas dunia. Setidaknya ada tiga pemain bintang yang berasal dari klub Benfica yakni Angel Di Maria, David Luizdan Ramirez.

Klub Ajax Amsterdam

Tidak heran  jika Ajax menjadi icon sepakbola di negara kincir angin, pasalnya selain mempunyai banyak prestasi, Ajax juga dikenal sebagai klub yang menghasilkan para bibit unggul yang menjadi pemain bintang di Eropa dan Dunia. Luis Suarez, Daley Blind, dan Christian Eriksenmerupakan sederet pemain bintang yang dihasilkan oleh Ajax. Hingga saat ini, para pemain Ajax tetap menjadi tujuan klub-klub Eropa dalam mencari pemain bintang. Ajax memang sudah dikenal menjadi klub penghasil pemain bintang  sejak lama.

Klub Porto

Rival abadi Benfica ini ternyata juga sama-sama mempunyai hobi dalam menghasilkan pemain-pemain berkualitas. Klub yang juara Liga Champions pada tahun 2004 tersebut setidaknya mencatatkan beberapa nama pemain berbintang, Banyak penyerang kelas atas lahir dari klub asal Portugal ini. Hulk dan James Rodriguez pernah menerima ilmu di sini. talenta-talenta hebat rasanya tidak pernah habis dilahirkan oleh Porto hingga saat ini.

Klub  Barcelona

Klub yang satu ini memang sudah terkenal dan seakan tidak pernah berhenti untuk menghasilkan pemain-pemain kelas dunia dengan bakat yang luar biasa. Yang paling terkenal tentu saja Lionel Messi yang saat ini menjadi saingan utama Ronaldo. Nama-nama selain Messi ada Ronaldinho, Bojan Krkic Andres Iniesta, Pedro,Xavi Hernandez, hingga Munir merupakan nama-nama pemain didikan Akademi La Masia yang sukses menjadi bintang dalam stadion Camp Nou.

Klub Borussia Dortmund

Dortmund memang dikenal sebagai klub yang lebih memilih untuk menghasilkan pemain bintang sendiri ketimbang membeli yang sudah menjadi bintang. Nama-nama terkenal yang berasal dari Dortmund diantaranya adalah Ilkay Gundogan, Robert Lewandowski, Marco Reus, Shinji KagawaMats Hummels, Nuri Sahin hingga Mario Gotze.

Klub Atletico Madrid

Atletico Madrid memang tidak sekaya klub sekotanya, Real Madrid. Namun untuk urusan menghasilkan pemain-pemain bintang, Atletico sama sekali tidak jauh berbeda. Nama-nama terkenal yang berasal dari Atletico yakni David De Gea, Thibaut Courtois, Felippe Luiz, Sergio Aguero, Diego Costa dan tentu saja Fernando Torres.

Klub PSV Eindhoven

Selain Ajax Amsterdam, klub asal Belanda yang sering menghasilkan pemain bintang adalah PSV Eindhoven juga menjadi saingan Ajax dalam liga Belanda. Beberapa pemain bintang dewa poker yang berhasil diciptakan PSV Eindhoven, yaitu Ibrahim Afellay, Phillip Cocu, Arjen Robben, Mark van Bommel hingga Ruud Gullit.

Bobotoh Bisa Tetap Mendukung Persib Tanpa Gunakan Atribut

Umuh menjelaskan bahwa supporter Persib yang saat ini tengah mendapatkan hukuman dalam lima pertandingan tetap bisa menonton laga Persib di stadion namun tanpa atribut.

Harus Datang Tanpa Atribut

Bobotoh, begitulah sebutan bagi supporter Persib Bandung, saat ini sedang dalam sorotan publik. Hal ini disebabkan oleh ulah mereka dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persija yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, pada tanggal 22 Juli yang lalu. dalam laga tersebut, dilaporkan bahwa supporter Persib melakukan sejumlah tindak kekerasan pada salah seorang pemain Persija. Mereka melakukan pelemparan serta pemukulan kepada pemain Persija setelah laga berlangsung.

Bukan tanpa imbas, apa yang mereka lakukan itu terpaksa harus membuat mereka dihukum oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Komdis PSSI menjatuhkan hukuman kepada supporter Persib Bandung itu dengan sebuah larangan untuk memasuki stadion sebanyak lima kali. Hal itu dikarenakan pelanggaran yang dilakukan oleh mereka sudah berulang kali.

Akibatnya, mereka seharusnya sudah tak bisa mendukung tim Maung Bandung tersebut dalam 5 pertandingan yang bakal digelar di putaran kedua, baik pertandingan itu di kandang sendiri maupun di kandangan lawan. Padahal, Persib Bandung sendiri amat sangat membutuhkan dukungan supporter mereka yang sangat membahana terutama di kandang lawan.

Waktu terdekat ini, mereka akan menjamu PS TNI yang bakal digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soerang, tepatnya pada tanggal 5 Agustus 2017 nanti. Dan menurut Umuh Muchtar, selaku manajer Persib, Bobotoh tetap bisa hadir ke stadion namun dengan beberapa syarat. “Bobotoh untuk sementara waktu tidak akan mengenakan atribut apapun. Namun mereka masih bisa mendukung langsung di Jalak (Stadion Si Jalak Harupat) besok,” jelas Umuh pada media, dilansir dari laman resmi dari Persib Bandung. Lebih lanjut lagi, Umuh menambahkan bahwa jika masa hukuman sudah selesai, Bobotoh bisa kembali lagi mengenakan sejumlah atribut ketika mereka hadir di stadion.

Sebenarnya hal ini pernah juga terjadi waktu The Jackmania diberikan sanksi berat, mereka dilarang mendukung tim kesayangan mereka di stadion selama jangka waktu yang cukup lama yakni 6 bulan, tepatnya pada laga Indonesia Soccer Championship (ISC) A pada tahun 2016 lalu. the Jackmania, ketika itu, tetap bisa mendukung tim Macan Kemayoran di stadion, tetapi harus datang tanpa atribut.

Persib Bandung Siap Fasilitasi Perdamaian Bobotoh dan The Jackmania

Perselisihan yang sempat terjadi antara Bobotoh dan The Jackmania, supporter Persija, menimbulkan keresahan bagi Umuh. Ia berharap Bobotoh dan The Jackmania bisa berdamai secepatnya. Bahkan manajemen dari Persib Bandung sendiri mendukung upaya perdamaian yang tengah dirintis antara Bobotoh dan the Jackmania itu. bahkan mereka siap untuk memfasilitasi pertemuan antara Bobotoh dan juga The Jackmania.

“Mudah-mudahan saja secepatnya, besok atau lusa perwakila dari supporter se-Jawa Barat akan berkumpul di Bandung. Sesudah itu, barulah kami akan bertemu dengan Jackmania. Iktikad baik dari hati kami ini akan amat sangat saya dukung,” tegas Umuh yang dilansir dari laman resmi Persib pada hari Senin (31/7) kemarin. Di samping itu juga, dirinya berharap tidak ada lagi korban jiwa dari pihak supporter. Seperti yang diketahui bersama bahwa seorang Bobotoh bernama Ricko Andrean akhirnya menjadi korban dari persetruan antara Bobotoh dan juga The Jackmania.  “Perdamaian domino qiu qiu ini akan dibayar mahal oleh nyawa. Jadi, ini cukup, ya, Ricko Andrean yang terakhir. Akan terasa enak kalau satu tribun, lah,” tukas Umuh.

Thomas Muller Anggap Jerman Punya Banyak Pemain Hebat

Belum lepas dari ingatan kita semua bahwa Jerman telah sukses dengan skuat mudanya di Piala Konfederasi. Hasil ini menunjukkan bahwa Jerman sebenarnya memiliki banyak pemain yang sangat luar biasa.

Muller Sangat Terkesan dengan Timnas Jerman dan Low

Thomas Muller, penyerang Bayern Munich, memuji kedalaman skuat yang diasuh oleh Joachim Low ini. ia memujinya setelah ia menyaksikan kesuksesan timnas Jerman yang diperkuat oleh para pemain muda di Piala Konfederasi 2017 yang digelar di Rusia. Muller adalah salah satu pemain bintang yang diistirahatkan sementara oleh sang pelatih dari turnamen tersebut. Namun pasalnya, Muller tidak lah sendiri. pemain lainnya yang juga diistirahatkan antara lain Mesut Ozil, Mats Hummels, dan Jerome Boateng.

Meskipun Jerman tak diperkuat oleh pemain-pemain bintang unggulannya yang handal, buktinya Jerman bisa menaklukkan Cile di final dengan skor 1-0. Gold semata wayang itu dicetak oleh Lars Stindl. Fakta yang membuat Muller sangat terkesan adalah fakta bahwa sang pelatihnya, Low, mampu membawa Jerman sukses meskipun memainkan pemain-pemain baru. Ia juga mengakui sangat ingin menjadi bagian dari skuat yang berhasil menjadi juara tersebut.

“Saya begitu menikmati melihat mereka bermain dengan sangat baik,” ujar Muller dilansir dari L’Equipe setelah memperkuat Bayern yang mana juga sukses meraih kemenangan di laga uji coba melawan Wolftarhausen pada hari Kamis (6/7) lalu. “Mereka semua adalah pemain yang bagus. Mereka berangkat ke Rusia dan mampu bersatu untuk membentuk sebuah tim,” ujarnya lagi.

“Hal ini menunjukkan bahwa kami memiliki pemain-pemain yang sangat luar biasa,” tukasnya. Ketika tim asuhan Low menjadi juara di Rusia, timnas U-21 Jerman juga pasalnya berhasil menjuarai Euro U-21 yang mana laganya berlangsung di Polandia.

Jerman dengan Regenerasi Tiada Henti

Dua generasi yang berdekatan pasalnya bisa mengawinkan dua titel bergengsi. Dan dengan itu lah diprediksi, masa depan Timnas Jerman terlampau cerah.

Public sempat pada awalnya mengernyitkan dahi saat Joachim Low tak membawa skuat andalan dan terbaik Jerman pada laga Piala Konfederasi 2017. Sebuah timnas senior yang berstatus Juara Dunia empat kali datang ke sebuah turnamen besar dengan memakai “Tim B” yang mana diisi oleh pemain-pemain muda yang mana minim pengalaman.

Tak ada nama-nama besar seperti Thomas Muller, Mesut Ozil, Mats Hummels, Toni Kroos, dan juga bintang muda lainnya seperti Manuel Neuer, Mario Gotze, dan juga Marco Reus. Hanya segelintir pemain handal yang mana alumni Piala Dunia 2014 yang ada di skuat ini seperti sebut saja Matthias Ginter, Julian Draxler, dan Skhodran Mustafi.

Low sendiri seperti melawan arus mengingat timnas yang lainnya memanggil pemain-pemain andalannya yang berpengalaman termasuk mereka yang mana berstatus superstar seperti sebut saja Christiano Ronaldo di Portugal dan juga Alexis Sanchez di Cile. Dan faktanya, rata-rata usia para pemain Jerman di Piala Konfederasi termasuk yang termuda (23.9 tahun).

Namun Low yang dipandang memberikan keputusan yang salah malahan membawa tim asuhannya ini ke puncak yang gemerlang. Walapun sempat dikritik oleh penyelenggara Piala Dunia 2018, Alexey Sorokin yang menilai hati para fans akan sangat terluka dengan keputusan Low, tetap saja Low bisa membuktikan bahwa timnya dewa poker mampu memenangkan pertandingan di Piala Konfederasi 2017 di Rusia dengan skor 1-0 melawan Cile. Dan oleh karena hasil itu, Jerman diprediksi mempunyai masa depan yang gemilang apalagi untuk Piala Dunia 2018.

Lionel Messi Bersumpah Akhiri Karirnya Bersama Barcelona

Kecintaan dan kesetiaan Messi bersama Barcelona sudah tidak perlu diragukan lagi. Messi telah mendapatkan banyak penghargaan, mengukir banyak sejarah dan menjadi salah satu pemain termahal di dunia. Masih banyak alasan yang kemudian membuat playmaker Barcelona ini mengatakan sumpah bahwa ia ingin tetap bersama klub selama sisa karirnya. “Itu yang selalu saya impikan dan yang selalu saya inginkan,” katanya. Sebenarnya ini bukan hal baru, tetapi tetap saja menarik untuk dibahas.

Dari Umur 13 Tahun Hingga Akhir Karir

Pemain internasional Argentina berusia 29 tahun itu bergabung dengan Barcelona berusia sejak umu 13 tahun dan telah membuat debut tim pertamanya di usia 17 tahun dan telah mencetak lebih dari 500 gol untuk klub tersebut selama karirnya. Dia juga telah memenangkan La Liga delapan kali bersama Barca, Liga Champions empat kali dan pemain terbaik Ballon d’Or selama lima kali. Prestasinya memang sangat luar biasa.

Musim lalu di bawah pelatih Luis Enrique, Barcelona berada di posisi kedua di La Liga, tertinggal tiga poin dari juara bertahan Real Madrid dan kalah 3-0 dari agregat di perempat final Liga Champions hingga akhirnya mengalahkan finalis Juventus. Enrique sendiri telah mengumumkan pada bulan Maret bahwa ia akan meninggalkan klub tersebut di musim panas setelah tiga tahun bertugas dan pertandingan terakhirnya membuat Barca merebut piala Copa del Rey.

Messi mencetak gol pembuka saat mereka mengalahkan Alaves 3-0 untuk memenangkan kompetisi untuk musim ketiga berturut-turut. Messi, yang menjadi runner-up Real Cristiano Ronaldo di Ballon d’Or, mengatakan kepada situs Barcelona bahwa tujuannya adalah “berusaha memperbaiki setiap musim dalam hal yang terakhir, dan itulah tujuan musim depan”.

Lionel Messi telah mencetak gol di empat final Copa del Rey, pemain pertama yang melakukannya sejak Telmo Zarra Athletic Bilbao pada 1950. Ini hanya sedikit dari semua prestasi dan sejarah yang telah ia ukir bersama Barcelona. Sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuliskan semua prestasi dan sejarah yang telah ia sematkan di dunia sepakbola.

Masih Sangat Diandalkan

Tentunya, seiring dengan pergantian pelatih Barcelona dimana kini kursi manajer atau pelatih dipegang oleh Ernesto Velverde, Barcelona telah menatap masa depan yang baru. Sang pelatih juga merasa sangat terhormat dan tertantang untuk melatih salah satu pemain terbaik di dunia, Messi. Harapan dari sang pelatih untuk Messi juga cukup besar. Begitu juga dengan Barcelona yang berharap besar pada Ernesto Velverde. Messi sendiri juga berpikir positif tentang pelatih baru tersebut.

Manajer Barcelona Ernesto Valverde bahkan ingin ‘memenangkan segalanya’ musim depan saat ia berusaha bangkit untuk memenuhi harapan para supporter. Dia ingin mengalahkan Real Madrid ke gelar La Liga dan pagelaran besar lainnya tahun depan. Mantan pemain Barcelona itu harus menenangkan para penggemar yang musim lalu harus menonton kekalahannya saat Real Madrid memenangkan La Liga dan merebut gelar kedua Liga Champions dalam dua tahun.

Tidak bisa dipungkiri jika sang manajer juga mengandalkan Messi dan agar semakin produktif. Ia mencoba untuk membuat strategi dimana semua pemain gadispoker merasa nyaman, begitu juga dengan Messi. “Ada banyak hal yang sudah saya lihat di tim ini. Formasi menentukan dasar ide Anda, dan Anda harus memastikan para pemain merasa nyaman sehingga Anda dapat mencapai apa yang ingin Anda capai.’ Ya, Messi masih sangat diandalkan di tubuh Barcelona untuk pertarungan musim depan.